Jurus Pengasuhan, Ingat Anak Bukan Robot!

Jurus Pengasuhan, Ingat Anak Bukan Robot!

Jurus Pengasuhan, Ingat Anak Bukan Robot!

By : Ummu Zaahidah
Kalau bicara seputar pola pengasuhan anak zaman sekarang dan dulu jelaslah sangat jauh berbeda. Terlebih lagi zaman dulu tidak ada twitter, facebook, mbah google dan mbak youtobe yang marak diakses bebas. Merambah cepat bukan hanya pada remaja, melainkan anak SD hingga TK. 
Nah lhoo jadul or jaman dulu, hanya bisa berlangganan televisi hitam putih kemudian merambah jadi berwarna,  terkesan elite dan mewah karena hanya dimiliki oleh kalangan priyayi tertentu. Tayangan yang disajikan masih kental dengan nuansa edukatif dan hiburan seperti si unyil, keluarga cemara dan panggung sandiwara dengan menayangkan program lagu-lagu anak yang sarat dengan nilai dan tidak vulgar.
Terbatasnya akses dan sumber informasi membuat anak-anak zaman dulu terkesan manut dan percaya sepenuhnya kepada orang tua. Karena memang tidak ada pilihan lain. Tetapi sekarang? Justru sebaliknya apa yang dikatakan orang tua, dibantah dengan dalih beda zaman. Apa yang salah coba? 
Coba kita telusuri apa mereka kurang nasihat? bisa jadi malah overdosis atau kelebihan nasihat! Pengaruh orang tua jelas garda terdepan dalam moral, sikap dan karakter anak saat ini. Bisa jadi parents atau para orang tua kurang efektif menyampaikan pesan, mungkin terkesan numpang lewat, yang menyebabkan mental jadi terpental. 
Bagaiman tidak, nasihat justru disampaikan ketika anak bermasalah dan kurang efektif. Contoh “harus berapa kali mamah/papah nasihatin kamu dengar ga sih? Punya kuping ga? bla-bla bla yang terkesan menyudutkan dan tidak memberikan ruang serta kebebasan anak menyampaikan pesan maupun sanggahan.
Sesungguhnya sebaik-baiknya nasihat adalah disampaikan ketika anak tidak berbuat masalah. Perbaiki hubungan atau intensitas kedekatan dengan anak Ayah Bunda. Tak ada satu pun anak yang bercita-cita ingin mencelakai atau membuat durhaka kepada para ayah bundanya. Ingat itu wahai Parents! 
Akui keberadaan anak-anak kita dengan bangga, tidak memporsis sesuatu di luar kemampuannya. Ajak komunikasi bersama sesekali quality time dengan makan bareng meskipun hanya di warteg bukan di restoran mewah. Ajak berdiskusi target apa yang ingin mereka raih di sekolah. Jadilah Ayah Bunda sebagai teman curhatnya sebelum keburu orang lain mengambil hatinya baik itu sahabat, teman dekat maupun pacar. 
Setelah hati anak gadis anda terikat dan nyaman dengan kita, tanamkan hal-hal apa yang jadi harapan kita sebagai orang tua, negoisasi dengan cara yang baik. Mutualisme bukan komensalisme, sama-sama untuk kebaikan tanpa mengurangi hak dan kewajibannya sebagai anak . Semai iman di dalam hatinya supaya mereka terikat keimanan kepada Allah SWT. Bekali dengan ilmu dan akidah yang kuat supaya terhindar dari godaan yang menyesatkan seperti pacaran, sex bebas, kecanduan games, ataupun kecanduan narkotika. 
Mulailah memperbaiki kualitas kebaikan dalam diri Ayah Bunda, karena anak mencontoh kita sebagai orang tuanya. Tarbiyah ank-anak kita dengan kisah-kisah siroh Rasulullah, para Nabi dan sahabat serta kisah-kisah teladan slafushalih supaya semangat mereka tinggi untuk melakukan kebaikan dan membawa kebermanfaatan untuk sesama. 
“Anak kita mad’u kita” (abah Ihsan Albaihaqi).

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Advertiser