Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunah Rasulullah SAW

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunah Rasulullah SAW

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunah Rasulullah SAW


foto :bersamadakwah.net
Mandi adalah suatu pekerjaan yang biasa dilakukan oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menuangkan air keseluruh tubuh tanpa terkecuali maka sudah bisa dikatakan mandi. Namun tidak seperti mandi biasa, tata cara mandi wajib yang benar sudah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Tujuan dari melaksankan mandi wajib adalah bersuci dari hadas besar. Dengan tata cara mandi wajib yang benar sesuai petunjuk nabi maka bisa dikatakan seorang muslim akan kembali suci dari hadas besar.
Tentang perintah mandi wajib terdapat dalam QS : Al-Maidah (5: 6) “...jika kamu junub maka mandilah...”. dari ayat ini kita bisa memahami bahwa yang memiliki kewajiban mandi adalah orang yang junub. Oleh karena itu mandinya sering kita sebut dengan mandi janabat/mandi wajib/mandi besar. Orang jawa/sunda menyebut adus.
Lalu siapa dan bagaimana seorang muslim yang dapat dikategorikan sebagai orang yang berhadas besar itu?
1.      Suami istri yang sudah Jima atau melakukan hubungan intim maka wajib mandi, apakah jimanya sampai keluar air mani atau tidak sama saja. Berikut dalilnya :
“kewajiban mandi itu sesungguhnya oleh karena keluar mani (hubungan intim)” (H.R. Muslim).
“jika laki-laki (alat kelaminnya) telah melewati wanita (alat kelamin wanita), maka wajib baginya untuk mandi” (R.R. Ahmad dari Mu’adz bin Jabal r.a.)
2.      Orang mimpi jima dan sampai keluar mani (mimpi basah) maka wajib mandi besar. Ini haditsnya :
Suatu ketiak Rasulullah Saw didatangi Ummu Sulaim dan ia bertanya “wahai Rasulullah ........apakah ada kewajiban mandi apabila seorang wanita bermimpi?” Rasulullah Saw menjawab, “Apabila ada cairan (pada kemaluan), wajiblah ia untuk mandi” (H.R. Bukhari)
3.      Wanita yang selesai dari haid dan nifas wajib bersuci yaitu mandi besar ketika hendak melaksanakan shalat. Di bawah ini haditsnya :
“.....jika haid, maka tinggalkan shalat dan jika sudah selesai haidnya, maka mandilah dan shalatlah!” (H.R. Bukhari dari Siti Aisyah r.a.)
Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah Rasulullah Saw.
Merujuk pada beberapa hadits di bawah ini, kita dapat mencermati bagaimana seharusnya tata cara mandi wajib itu dilakukan :
“Jika Rasulullah Saw. mandi, beliau mulai dengan mencuci kedua tangan (talapak) tangannya, kemudian belaiu tuangkan air pada tangan kirinya dengan tangan kanannya untuk membersihkan kemaluan. Kemudian beliau berwudlu seperti wudlu untuk shalat, kemudian beliau mengambil air dan memasukan jari-jarinya pada pangkal rambutnya. Ketika kelihatan merata, beliau tuangkan air ke atas kepalanya tiga kali, kemudian belaiu cucurkan air keseluruh tubuhnya, dan terakhir beliau cuci kakinya.” (H.R. Muttafaq ‘alaih dari Aisyah r.a.)
Bersadarkan pada hadist di tersebut maka kita bisa mengambil gambaran berkaitan dengan tata cara mandi wajib. Berikut urut-urutannya :
1.      Dimulai dengan mencuci telapak tangan sampai pergelangan tangan.
2.      Membersihkan kemaluan dan dubur pakai tangan kiri.
3.      Membersihkan najis yang menempel di badan.
4.      Berwudlu.
5.      Mengambil air dengan kedua telapak tangan lalu menyela-nyela rambut dengan jari sampai pangkal rambut.
6.      Kemudian ratakan air pada kulit kepala (bisa keramas lalu membasuhnya sampai bersih).
7.      Mengguyurkan air keseluruh anggota badan (mencuci) jangan sampai ada yang terlewat.
8.      Terakhir mencuci kaki hingga mata kaki.
Tata cara mandi wajib yang telah disebutkan diatas berlaku secara umum. Baik  laki-laki atau wanita asalkan berhadas besar, baik karena hubungan intim (jima), mimpi basah, atau selesai haid atau nifas.
Demikian tata cara mandi wajib sesuai sunah rasulullah SAW. Semoga tulisan ini bermanfaat. Wallahu a’lam bishshawab.













Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Advertiser